Pada tahun 2012, 40 tokoh Muslim Indonesia mendeklarasikan Gerakan Islam Cinta (GIC) di Jakarta. Deklarasi ini merespon fenomena intoleransi dan radikalisme yang mengatasnamakan agama. Secara umum, GIC terbuka bagi siapa pun yang percaya bahwa Islam adalah agama cinta (rahmah), damai (salam) dan welas asih.
Sebagai upaya tindak lanjut dari deklarasi tersebut, para deklarator Gerakan Islam Cinta mendirikan organisasi yang dikenal sebagai Gerakan Islam Cinta (GIC). Kata ‘Gerakan’ menegaskan visi organisasi yang berlandaskan cinta sebagai dasar bagi seluruh kegiatan. Selain itu, organisasi ini memiliki misi untuk senantiasa bersikap aktif dalam setiap upayanya untuk mewujudkan pemahaman untuk menghayati Islam yang berlandaskan cinta-kasih dalam kehidupan sosial bermasyarakat di Indonesia.
Kegiatan-kegiatan yang dirancang oleh GIC menyasar kelompok muda dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas literasi mereka serta menumbuhkan perspektif Islam dengan landasan cinta kasih sehingga mereka dapat menumbuhkan rasa saling mengerti dan empati dengan mottonya “Bergerak-Berdaya-Berdampak”, kegiatan-kegiatan GIC banyak diminati kelompok muda, seperti Tausiah Cinta; Filosufi bersama Gus Candra Malik, Festival Islam Cinta, Risalah Islam Cinta, dan Literasi Islam Cinta. Terdapat juga kegiatan Roadshow Islam Cinta yang rutin berkeliling ke daerah-daerah di penjuru Nusantara untuk mempromosikan Islam sebagai agama cinta dan kasih sayang. Khususnya untuk kelompok muda, Generasi Islam Cinta dipandang sebagai komunitas muda untuk pengembangan diri dan berbagi pengalaman antar mereka.
Diharapkan kegiatan-kegiatan ini membawa pengalaman dan dampak positif kepada kalangan muda dan mendukung mereka menjadi agen muslim yang penuh cinta, damai dan welas asih.
