Yayasan Empatiku berdiri pada tahun 2015 oleh Mira Kusumarini, seseorang yang sudah bergerak di bidang sosial selama 30 tahun. Yayasan ini bertujuan ingin mewujudkan dunia dengan orang-orang yang terampil dalam kompetensi emosional dan empati untuk memahami perasaan orang lain, mendorong motivasi, serta mengelola hubungan sosial. Dengan keterampilan- keterampilan tersebut, setiap orang akan memiliki dorongan dan sumber daya untuk memecahkan masalah sosial sehingga menjadi bagian dari agent perubahan.
Selama 8 tahun, Yayasan Empatiku telah menciptakan berbagai program yang mendukung perdamaian melalui peningkatan empati. Ini terkait dengan misinya untuk mengarusutamakan empati sebagai nilai-nilai dan praktik kehidupan yang melibatkan anggota masyarakat, pembuat kebijakan, perempuan, anak, pendidikan,dan pemangku kepentingan utama lainnya.
Yayasan Empatiku telah membentuk program terkait pendidikan empati yang melibatkan pengembangan profesional melalui kombinasi pengalaman dari pelatihan rutin dan penerapan informal. Program ini melibatkan komunitas siswa sebaya antara pekerja sosial, guru, dan orang tua, dan diterapkan di berbagai sekolah di beberapa area, seperti Kecamatan Ledokombo-Jawa Timur, Kecamatan Pamulang-Tangerang Selatan, dan Bandung-Jawa Barat. Selain program di atas, yayasan ini membentuk beberapa program lain, yaitu deteksi dini, rehabilitasi dan reintegrasi, serta penelitian dan advokasi kebijakan. Terkait reintegrasi, Yayasan Empatiku Y terlibat dalam memfasilitasi program Reintegrasi Sosial dari 12 keluarga (25 orang) yang dideportasi dan pengungsi yang kembali dari ISIS. Bekerja sama dengan Kantor Pembebasan Bersyarat Jakarta Timur dan Jakarta Utara, Yayasan Empatiku melaksanakan program tersebut sejak tahun 2017 hingga 2019.
